Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memproyeksikan perkembangan produksi, volume ekspor, dan ketersediaan karet alam di Indonesia pada periode 2025–2029 menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu dari tahun 1980–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian. Proses analisis dilakukan melalui tahapan uji stasioneritas, analisis correlogram, pemilihan model terbaik, serta peramalan menggunakan perangkat lunak Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik untuk masing-masing variabel adalah ARIMA (1,1,1) untuk produksi, serta ARIMA (0,1,1) untuk volume ekspor dan ketersediaan karet. Hasil peramalan memperlihatkan tren peningkatan pada ketiga variabel selama periode 2025–2029, di mana produksi diperkirakan meningkat dari 2,33 juta ton menjadi 2,43 juta ton, ekspor naik dari 1,67 juta ton menjadi 1,73 juta ton, dan ketersediaan domestik juga menunjukkan peningkatan bertahap hingga mencapai sekitar 0,82 juta ton pada akhir periode proyeksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa prospek sektor karet Indonesia cenderung positif dan berkelanjutan, meskipun diperlukan upaya peningkatan produktivitas, penguatan industri hilir, dan efisiensi rantai pasok untuk memperkuat daya saing dan ketahanan sektor karet nasional di masa mendatang.
Copyrights © 2026