Limbah cair tahu merupakan limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas melalui proses fermentasi anaerob. Penambahan kotoran sapi sebagai inokulum diharapkan dapat meningkatkan aktivitas bakteri metanogen sehingga produksi metana dan kualitas biogas meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persentase penambahan kotoran sapi terhadap komposisi biogas, produksi metana, dan nilai kalor biogas berbasis limbah cair tahu. Penelitian dilakukan menggunakan digester tipe batch berkapasitas 100 L dengan volume substrat 80 L, suhu fermentasi 33°C, waktu fermentasi 4 hari, serta variasi penambahan kotoran sapi sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Parameter yang diamati meliputi volume substrat, komposisi biogas (CH₄, CO₂, O₂, H₂S, dan CO), serta nilai kalor biogas. Kandungan metana meningkat dari 22,1% menjadi 63,4%, sedangkan nilai kalor meningkat dari 7,91 MJ/m³ menjadi 22,70 MJ/m³. Kandungan CO₂ dan H₂S meningkat, O₂ menurun, sedangkan CO berada pada kisaran 470,3–910,2 ppm. Variasi penambahan kotoran sapi sebesar 60% menghasilkan kualitas biogas terbaik dengan kandungan metana dan nilai kalor tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kotoran sapi berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi metana dan kualitas biogas, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan sekaligus alternatif pengolahan limbah organik.
Copyrights © 2026