Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artefak forensik digital yang dihasilkan dari simulasi ransomware Simran pada sistem operasi Windows 10 22H2 Home 64-bit dalam lingkungan virtual menggunakan metode NIST SP 800-86. Penelitian menggunakan pendekatan dead forensic (static forensic) dengan Autopsy sebagai perangkat lunak analisis utama. Proses penelitian meliputi empat tahapan, yaitu Collection, Examination, Analysis, dan Reporting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi ransomware Simran meninggalkan artefak berupa perubahan ekstensi menjadi .locked pada 22 file pengguna, pembuatan ransom note README_RESTORE_FILES.txt, serta perubahan metadata waktu modifikasi file dalam rentang 16:40:36–16:40:37 WIB. Analisis timeline menunjukkan bahwa proses enkripsi berlangsung dalam waktu kurang dari dua detik. Analisis prefetch mengidentifikasi artefak PYTHON3.EXE yang menunjukkan korelasi temporal antara eksekusi program Simran dan perubahan pada file system. Analisis registry menggunakan Regshot menunjukkan adanya 1 registry key terhapus, 42 registry key baru, 101 registry value baru, dan 82 registry value yang mengalami perubahan selama simulasi ransomware. Sementara itu, analisis event log tidak menemukan bukti langsung mengenai eksekusi program maupun indikasi manipulasi log. Windows Defender tidak mendeteksi ransomware Simran selama proses pengujian, dan hasil pengamatan setelah dilakukan restart pada virtual machine tidak menunjukkan adanya perubahan tambahan yang signifikan terhadap sistem operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Autopsy yang diterapkan berdasarkan metode NIST SP 800-86 mampu mengidentifikasi dan mengkorelasikan artefak file system, prefetch, registry, event log, dan timeline sehingga mendukung proses investigasi forensik digital terhadap aktivitas ransomware secara sistematis.
Copyrights © 2026