Tinjauan ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi komplementer berbasis kearifan lokal, khususnya terapi herbal tradisional, dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak. Studi ini berfokus pada efek terapi herbal terhadap status gizi, fungsi sistem kekebalan tubuh, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier anak. Studi ini merupakan tinjauan sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data nasional dan internasional untuk publikasi dari tahun 2017–2026. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi mencakup uji acak terkendali (RCT), studi kohort, studi kuasi-eksperimental, dan tinjauan sistematis. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tanaman herbal tradisional seperti temulawak, kunyit, jahe, kelor, dan meniran memiliki potensi untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki fungsi saluran cerna dan penyerapan zat gizi, meningkatkan respons imun, serta mengurangi peradangan yang terkait dengan gangguan pertumbuhan. Beberapa studi juga melaporkan adanya perbaikan status gizi, peningkatan berat badan, dan kecenderungan peningkatan pertumbuhan linier. Selain penggunaannya dalam bentuk tradisional, beberapa studi melaporkan pengembangan tanaman herbal menjadi formulasi pangan yang lebih mudah diterima oleh anak-anak, seperti produk suplemen pangan dan sediaan fungsional, sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan konsumsi. Terapi herbal tradisional berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi terapi komplementer dalam pencegahan dan penanganan stunting dengan memperbaiki status gizi, fungsi imun, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier pada anak.
Copyrights © 2026