SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
Vol. 5 No. 3 (2026)

DETERMINAN STUNTING PADA BADUTA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LAHEWA KABUPATEN NIAS UTARA TAHUN 2026

Witha Krisna Natalis Zebua (Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan)
Donal Nababan (Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan,Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan1)
Taruli Rohana Sinaga (Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan)
Indra Utama (Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan)
Adiansyah Adiansyah (Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian stunting pada baduta di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lahewa Kabupaten Nias Utara tahun 2026. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki baduta sebanyak 443 orang, dengan sampel 191 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (84,8%), pola asuh baik (80,1%), akses sanitasi baik (88,0%), sosial ekonomi tinggi (82,7%), dan memberikan ASI eksklusif (89,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, pola asuh, sosial ekonomi, akses sanitasi, dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada baduta (p<0,05). Kejadian stunting pada baduta dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu, pola asuh, kondisi sosial ekonomi, akses sanitasi, dan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi terpadu melalui peningkatan edukasi gizi, perbaikan sanitasi lingkungan, serta penguatan program ASI eksklusif untuk menurunkan prevalensi stunting.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

s-jkt

Publisher

Subject

Dentistry Environmental Science Health Professions Neuroscience Nursing Public Health Veterinary

Description

SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, ...