Penumpukan sampah organik sekolah melepaskan gas VOCs pemicu penuaan dini seluler dan menjadi sarang patogen penyebab dermatitis kontak. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang higienis bagi mahasiswa di SMAN 17 Jakarta. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif-interaktif melalui sosialisasi, pelatihan praktis pengomposan tertutup dengan bioaktivator EM-4, serta penerapan prosedur keselamatan kerja (safety). Evaluasi efektivitas program diukur menggunakan instrumen kognitif (pre-test dan post-test) serta observasi terhadap 68 peserta. Hasil intervensi menunjukkan lonjakan signifikan pada pemahaman kognitif peserta terkait pencegahan dermatitis (89,7%–92,6%) serta mitigasi emisi gas sampah (86,8%–97,1%). Pada indikator sikap, terjadi perubahan perilaku total di mana 100% peserta patuh menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan saat mengolah limbah. Kesimpulannya, strategi konversi sampah organik menjadi pupuk secara higienis efektif mereduksi media perkembangbiakan patogen kulit sekaligus menekan polusi udara seluler di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026