Tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia, termasuk di Kota Ambon. Berbagai tantangan seperti keterlambatan diagnosis, ketidakpatuhan pengobatan serta akses terbatas ke layanan kesehatan masih menjadi hambatan dalam upaya pengendalian TBC. Program Gerakan Ambon Bebas Tuberkulosis (GRAB TBC) merupakan salah satu inovasi lokal yang dikembangkan untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan akses layanan, serta mendukung keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak dari program GRAB TBC dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat dalam mendukung Asta Cita di Kota Ambon. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode mixed-methods yang dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Rijali dan Puskesmas Air Besar. Populasi dalam penelitian deskriptif kuantitatif ini terbagi atas 2 puskesmas, dengan beberapa macam klasifikasi populasi yang diambil, antara lain populasi suspek 1.274 orang, populasi kasus 460 orang. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Informan dalam penelitian kualitatif terbagi atas informan kunci, informan utama, dan informan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa program GRAB TBC sangat memberikan kontribusi positif dalam menjangkau kelompok rentan, meskipun masih terdapat hambatan dalam koordinasi lintas sektor dan pendanaan. Program ini dinilai mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perubahan yang signifikan dalam hal peningkatan jumlah suspek dan kasus setelah intervensi program GRAB TBC, artinya program GRAB TBC memiliki peran strategis dalam penguatan layanan TBC di Kota Ambon. Program GRAB TBC diharapkan dapat dilanjutkan agar dampaknya konsisten dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026