Wuritimur, Pollan Versilia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Spasial Sebaran Penyakit Tuberkulosis di Kota Ambon Tahun 2019-2021 Samsu, Semoel Leonard; Wuritimur, Pollan Versilia
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 7, No 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v7i1.1514

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Laporan global TBC tahun 2022 menerangkan bahwa jumlah kasus TBC terbanyak pada usia produktif pada usia 25-34 tahun. Secara Nasional, Pulau Jawa, Sumatera Utara, dan Sumatra Selatan diestimasikan memiliki kasus TBC terbesar tahun 2021. Capaian penemuan kasus TBC tahun 2022 di Provinsi Maluku sebesar 83% dan capaian keberhasilan pengobatan TBC tahun 2022 Provinsi Maluku Sebesar 72%. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, data diperoleh dari aplikasi SITT dan SITB offline maupun online. Dianalisis menggunakan sistem komputerisasi dan analisis spasial untuk melihat penyebaran. Hasil dalam penelitian ini prevalensi TBC yang paling banyak berada pada tahun 2019 dan Treatmen covarege 40% berada pada tahun 2020 dan 2021. Kesimpulan: sebaran kasus menurun dan Treatmen coverage 40% tahun 2020-2022 diakibatkan karna dampak dari munculnya penyakit covid-19. Kata kunci: Puskesmas; Analisis Spasial; Tuberkulosis; TreatmeanCoverage; Kota Ambon 
DAMPAK PROGRAM GRAB TBC MENGHADAPI TANTANGAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG ASTA CITA  DI KOTA AMBON TAHUN 2025 Wuritimur, Pollan Versilia; Leunupun, Trixie
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia, termasuk di Kota Ambon. Berbagai tantangan seperti keterlambatan diagnosis, ketidakpatuhan pengobatan serta akses terbatas ke layanan kesehatan masih menjadi hambatan dalam upaya pengendalian TBC. Program Gerakan Ambon Bebas Tuberkulosis (GRAB TBC) merupakan salah satu inovasi lokal yang dikembangkan untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan akses layanan, serta mendukung keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak dari program GRAB TBC dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat dalam mendukung Asta Cita di Kota Ambon. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode mixed-methods yang dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian adalah Puskesmas Rijali dan Puskesmas Air Besar. Populasi dalam penelitian deskriptif kuantitatif ini terbagi atas 2 puskesmas, dengan beberapa macam klasifikasi populasi yang diambil, antara lain populasi suspek 1.274 orang, populasi kasus 460 orang. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Informan dalam penelitian kualitatif terbagi atas informan kunci, informan utama, dan informan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa program GRAB TBC sangat memberikan kontribusi positif dalam menjangkau kelompok rentan, meskipun masih terdapat hambatan dalam koordinasi lintas sektor dan pendanaan. Program ini dinilai mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perubahan yang signifikan dalam hal peningkatan jumlah suspek dan kasus setelah intervensi program GRAB TBC, artinya program GRAB TBC memiliki peran strategis dalam penguatan layanan TBC di Kota Ambon. Program GRAB TBC diharapkan dapat dilanjutkan  agar dampaknya konsisten dan berkelanjutan.