[Bahasa]: Pada tahun 2024, sebanyak 37 dari 137 bayi (27%) di Sangkrah, Surakarta, mengalami Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), jauh lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi BBLR di Indonesia sebesar 3,9%. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat bayi sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan menggunakan desain one-group pre-test post-test dan dilaksanakan di Puskesmas Sangkrah pada 16 Juli 2025 dengan melibatkan 43 ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Kegiatan diawali dengan pre-test pengetahuan mengenai pijat bayi, dilanjutkan dengan edukasi dan demonstrasi pijat bayi, dan diakhiri dengan post-test. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang signifikan dari 80,5 menjadi 90,1 (p=0,0001). Pada pre-test, 19 responden memiliki pengetahuan yang baik, 15 cukup, dan 9 kurang. Pada post-test, meningkat menjadi 38 kategori baik dan 5 cukup. Kegiatan edukasi dan demonstrasi pijat bayi meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi strategi edukatif untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai pijat bayi, sedangkan peningkatan keterampilan praktis dan kemampuan ibu melakukan pijat bayi secara mandiri perlu dievaluasi melalui penilaian keterampilan secara khusus. Kata Kunci: pemberdayaan ibu, pendidikan kesehatan, pengetahuan ibu, pijat bayi, tumbuh kembang anak. [English]: In 2024, 37 out of 137 babies (27%) in Sangkrah, Surakarta, were reported to have Low Birth Weight (LBW), substantially higher than the national prevalence of LBW in Indonesia (3.9%). Baby massage is a form of stimulation that can support infant growth and development. This community service program aims to improve mothers’ knowledge of baby massage to empower families in supporting children’s growth and development. The activity employed a one-group pre-test post-test design and was conducted at Sangkrah Community Health Center on July 16, 2025, involving 43 mothers with infants aged 0-12 months. The activity began with a pre-test assessing knowledge of baby massage, followed by educational sessions and a demonstration of baby massage, and concluded with a post-test. Evaluation was conducted by comparing knowledge scores before and after the intervention using a paired t-test. The results showed a significant increase in the mean knowledge score from 80.5 to 90.1 (p=0.0001). In the pre-test, 19 respondents had good knowledge, 15 had moderate knowledge, and 9 had low knowledge. In the post-test, the number of respondents with good knowledge increased to 38, and 5 respondents had moderate knowledge. The educational and demonstration sessions significantly improved mothers’ knowledge of baby massage. These findings indicate that the training can serve as an educational strategy to improve mothers’ understanding of baby massage; however, improvements in practical skills and mothers’ ability to perform baby massage independently should be evaluated through a specific skills assessment. Keywords: maternal empowerment, health education, maternal knowledge, baby massage, child growth and development
Copyrights © 2026