Gout arthritis merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat pada persendian sehingga menyebabkan nyeri, pembengkakan, serta keterbatasan gerak. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti kompres hangat daun kelor dan terapi relaksasi napas dalam Islami mampu dipakai guna terapi pendamping untuk menunjang upaya peringanan nyeri. Studi ini memiliki tujuan untuk menggambarkan penerapan kompres hangat daun kelor yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Nogosari, Kabupaten Boyolali. Penelitian menggunakan desain penelitian terapan dengan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap dua pasien gout arthritis yang dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa kompres hangat daun kelor selama 20 menit yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami sebanyak 5–10 siklus pernapasan dilakukan setiap pagi selama tiga hari berturut-turut. Intensitas nyeri diukur dengan memakai Numeric Rating Scale (NRS) sebelum serta setelah intervensi. Setelah intervensi, kedua responden mengalami penurunan intensitas nyeri. Ny. E mengalami penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 2, di sisi lain Ny. S dari 7 menjadi 4. Penurunan nyeri pada kedua responden menunjukkan adanya perbaikan setelah pemberian kombinasi terapi. Penerapan kompres hangat daun kelor yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami dapat membantu mengurangi intensitas nyeri sendi pada pasien gout arthritis sehingga berpotensi menjadi terapi pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan.
Copyrights © 2026