Mulyaningsih
Universitas Aisyiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ankle Brachial Index Dan Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2; Studi Korelasi Mulyaningsih; Hermawati; Asri Anjarini
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 7 No 1 (2026): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v7i1.2464

Abstract

Latar  belakang: Neuropati adalah salah satu kondisi yang mempengaruhi sistem saraf perifer, yang dapat menyebabkan berbagai gejala yang berkaitan dengan sensasi dan motorik. Tingkat neuropati individu berbeda-beda, dan beberapa faktor dianggap berperan dalam perkembangan penyakit. Penyakit arteri perifer adalah ketika pembuluh darah arteri di ekstremitas bawah menyempit karena aterosklerosis, yang sering terjadi pada pasien diabetes mellitus. Penurunan aliran darah akibat iskemi, penyakit arteri perifer, dapat memperburuk kerusakan saraf pasien neuropati diabetik Tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara ABI dan derajat keparahan neuropati. Metode: Penelitian ini melakukan analisis korelasi dengan menggunakan pendekatan lintas bagian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 67 individu yang telah terdiagnosis menderita diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gambirsari di Surakarta. Kesimpulan: Temuan dari studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang penting antara ABI dan derajat keparahan neuropati  Hasil penelitian ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya deteksi secra rutin untuk mengetahui tingkat keparahan neuropati. Pemahaman ini kemudian dapat membantu mengembangkan metode yang lebih baik untuk mengobati dan mencegah neuropati.
Penerapan Kompres Hangat Daun Kelor Dan Terapi Napas Dalam Islami Terhadap Nyeri Sendi Pada Pasien Gout Arthritis Di Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali Shinta Arum Sari; Mulyaningsih
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i4.771

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat pada persendian sehingga menyebabkan nyeri, pembengkakan, serta keterbatasan gerak. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti kompres hangat daun kelor dan terapi relaksasi napas dalam Islami mampu dipakai guna terapi pendamping untuk menunjang  upaya peringanan nyeri. Studi ini memiliki tujuan untuk menggambarkan penerapan kompres hangat daun kelor yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Nogosari, Kabupaten Boyolali. Penelitian menggunakan desain penelitian terapan dengan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap dua pasien gout arthritis yang dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa kompres hangat daun kelor selama 20 menit yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami sebanyak 5–10 siklus pernapasan dilakukan setiap pagi selama tiga hari berturut-turut. Intensitas nyeri diukur dengan memakai Numeric Rating Scale (NRS) sebelum serta setelah intervensi. Setelah intervensi, kedua responden mengalami penurunan intensitas nyeri. Ny. E mengalami penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 2, di sisi lain Ny. S dari 7 menjadi 4. Penurunan nyeri pada kedua responden menunjukkan adanya perbaikan setelah pemberian kombinasi terapi. Penerapan kompres hangat daun kelor yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami dapat membantu mengurangi intensitas nyeri sendi pada pasien gout arthritis sehingga berpotensi menjadi terapi pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan.