Shinta Arum Sari
Universitas Aisyiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Kompres Hangat Daun Kelor Dan Terapi Napas Dalam Islami Terhadap Nyeri Sendi Pada Pasien Gout Arthritis Di Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali Shinta Arum Sari; Mulyaningsih
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i4.771

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat pada persendian sehingga menyebabkan nyeri, pembengkakan, serta keterbatasan gerak. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti kompres hangat daun kelor dan terapi relaksasi napas dalam Islami mampu dipakai guna terapi pendamping untuk menunjang  upaya peringanan nyeri. Studi ini memiliki tujuan untuk menggambarkan penerapan kompres hangat daun kelor yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Nogosari, Kabupaten Boyolali. Penelitian menggunakan desain penelitian terapan dengan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap dua pasien gout arthritis yang dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa kompres hangat daun kelor selama 20 menit yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami sebanyak 5–10 siklus pernapasan dilakukan setiap pagi selama tiga hari berturut-turut. Intensitas nyeri diukur dengan memakai Numeric Rating Scale (NRS) sebelum serta setelah intervensi. Setelah intervensi, kedua responden mengalami penurunan intensitas nyeri. Ny. E mengalami penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 2, di sisi lain Ny. S dari 7 menjadi 4. Penurunan nyeri pada kedua responden menunjukkan adanya perbaikan setelah pemberian kombinasi terapi. Penerapan kompres hangat daun kelor yang dikombinasikan dengan terapi relaksasi napas dalam Islami dapat membantu mengurangi intensitas nyeri sendi pada pasien gout arthritis sehingga berpotensi menjadi terapi pendamping dalam pemberian asuhan keperawatan.