Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kabupaten Cilacap berdampak pada peningkatan angka pengangguran terbuka apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan komparasi metode peramalan Simple Exponential Smoothing (SES) dan Simple Moving Average (SMA) dalam memproyeksikan angka pengangguran di Cilacap sebagai bahan pertimbangan kebijakan pemerintah daerah. Penelitian kuantitatif ini menggunakan data deret waktu periode 2009 – 2025 yang diolah menggunakan perangkat lunak POM-QM. Akurasi model dievaluasi berdasarkan nilai Mean Absolute Error (MAE), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode Simple Exponential Smoothing, parameter alpha = 0,9 menghasilkan ukuran kesalahan yang lebih kecil dengan nilai MAE=7274.5525, MSE=84212420.71, dan MAPE=10.90% . Sementara itu, pada metode Simple Moving Average, model SMA-3 memberikan ukuran kesalahan peramalahan MAE= 8486.138333, MSE= 107185133.3 , dan MAPE = 12.18%. Perbandingan kedua metode menyimpulkan bahwa metode SES direkomendasikan sebagai model peramalan yang baik digunakan untuk data cenderung fluktuatif antar fase, dengan estimasi angka pengangguran tahun 2026 sebanyak 79895.78 atau 79896 jiwa. Hasil prediksi ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi pemerintah dalam perancangan roadmap ketenagakerjaan guna menekan angka pengangguran secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026