Novel Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer merupakan bagian kedua dari tetralogi Buru yang menggambarkan kehidupan masyarakat pribumi pada masa kolonial Belanda. Karya ini tidak hanya menyajikan cerita fiksi, tetapi juga memperlihatkan realitas sosial dan relasi kekuasaan yang terjadi pada masa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesadaran sosial dan relasi kekuasaan yang muncul dalam novel melalui pendekatan New Historicism. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks. Data penelitian diambil dari novel Anak Semua Bangsa terbitan Hasta Mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kesadaran tokoh utama, Minke, dipicu oleh peristiwa traumatis dan pengamatan kritis terhadap diskriminasi kolonial. Relasi kekuasaan ditemukan tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui kontrol ruang gerak, bahasa metaforis, dan normalisasi penindasan yang membatasi hak dasar masyarakat pribumi. Kesadaran akan ideologi dan prinsip menjadi titik awal munculnya perlawanan terhadap dominasi kolonial dalam narasi tersebut Kata kunci: New Historicism, relasi kekuasaan, kesadaran sosial, sastra Indonesia
Copyrights © 2026