Latar Belakang:Panjat tebing merupakan olahraga dengan tuntutan fisik tinggi yang memiliki risiko cedera,terutama akibat penggunaan otot dan sendi secara berulang. Salah satu faktor yang diduga berhubungandengan kejadian cedera pada atlet adalah durasi latihan. Durasi latihan yang berlebihan dapat meningkatkan kelelahan otot dan risiko cedera, sehingga perlu diteliti hubungan antara durasi latihan dan riwayat cedera pada atlet panjat tebing. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact untuk mengetahui hubungan antara durasi latihan dan riwayat cedera.Hasil:Hasil analisis menunjukkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi latihan dan riwayat cederapada atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar. Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian cedera pada atlet tidak hanya dipengaruhi oleh durasi latihan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti intensitas latihan, teknik pemanjatan, kondisi fisik, dan riwayat cedera sebelumnya. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi latihan dan riwayat cedera pada atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar. Faktor lain di luar durasi latihan diduga memiliki peran yang lebih besar terhadap terjadinya cedera sehingga perlu diperhatikan dalam penyusunan program latihan dan upaya pencegahan cedera
Copyrights © 2026