Amanda Fahira Ramadhani Anwar
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Durasi Latihan dan Riwayat Cedera pada Atlet Panjat Tebing di Eiger Climbing Club Makassar Amanda Fahira Ramadhani Anwar; Hasmyati; Nur Indah Atifah Anwar
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/m5bmbz19

Abstract

Latar Belakang:Panjat tebing merupakan olahraga dengan tuntutan fisik tinggi yang memiliki risiko cedera,terutama akibat penggunaan otot dan sendi secara berulang. Salah satu faktor yang diduga berhubungandengan kejadian cedera pada atlet adalah durasi latihan. Durasi latihan yang berlebihan dapat meningkatkan kelelahan otot dan risiko cedera, sehingga perlu diteliti hubungan antara durasi latihan dan riwayat cedera pada atlet panjat tebing. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact untuk mengetahui hubungan antara durasi latihan dan riwayat cedera.Hasil:Hasil analisis menunjukkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi latihan dan riwayat cederapada atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar. Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian cedera pada atlet tidak hanya dipengaruhi oleh durasi latihan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti intensitas latihan, teknik pemanjatan, kondisi fisik, dan riwayat cedera sebelumnya. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi latihan dan riwayat cedera pada atlet panjat tebing di Eiger Climbing Club Makassar. Faktor lain di luar durasi latihan diduga memiliki peran yang lebih besar terhadap terjadinya cedera sehingga perlu diperhatikan dalam penyusunan program latihan dan upaya pencegahan cedera