Latar belakang: Futsal merupakan olahraga intensitas tinggi dengan sprint berulang, perubahan arah mendadak, dan tendangan eksplosif yang memberi tekanan biomekanis besar pada hamstring. Fleksibilitas rendah merupakan faktor risiko cedera independen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peregangan terstruktur dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring sebagai upaya pencegahan cedera pada atlet futsal. Metode: Penelitian kuasi-eksperimental pretest-posttest control group ini melibatkan 52 atlet (eksperimen n=26, kontrol n=26). Kelompok eksperimen mendapat peregangan terstruktur (12 sesi, 3x/minggu, 30 detik/set), kontrol latihan biasa. Fleksibilitas diukur dengan Active Knee Extension Test (goniometer), cedera dicatat prospektif. Hasil: Kelompok eksperimen menurunkan defisit ekstensi lutut signifikan (39,65°±3,3 ke 22,31°±2,9; gain 17,35°±1,4), berbeda nyata dengan kontrol (39,34°±2,9 ke 37,38°±2,9; gain 1,96°±0,5) (Mann-Whitney p=0,000). Tidak ada cedera di kelompok eksperimen, sementara 2 cedera (7,7%) terjadi di kontrol (p=0,490). Kesimpulan: Peregangan terstruktur terbukti efektif meningkatkan fleksibilitas hamstring atlet futsal sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke program latihan rutin sebagai strategi pencegahan cedera berbasis bukti.
Copyrights © 2026