Partisipasi perempuan dalam olahraga terus mengalami peningkatan, namun berbagai hambatan masih memengaruhi keberlanjutan keterlibatan mereka dalam aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman atlet perempuan dalam menghadapi hambatan partisipasi olahraga serta mengidentifikasi keterkaitan faktor-faktor yang membentuk pengalaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Partisipan terdiri atas lima atlet perempuan yang merupakan mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas PGRI Yogyakarta dari cabang olahraga taekwondo, arung jeram, polo air, hoki, dan rugby. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman partisipasi atlet perempuan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang saling berkaitan, meliputi keterbatasan pendanaan dan fasilitas, kurangnya perhatian terhadap kebutuhan biologis perempuan, stereotip gender dan ketidaksetaraan perlakuan, serta bullying dan tantangan sosial dalam lingkungan olahraga. Meskipun menghadapi berbagai hambatan tersebut, atlet perempuan menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui komunikasi, dukungan sosial, dan penguatan resiliensi. Temuan penelitian mengungkap bahwa hambatan partisipasi atlet perempuan merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi faktor struktural, biologis, dan sosial. Oleh karena itu, peningkatan partisipasi atlet perempuan memerlukan sistem pembinaan yang responsif gender melalui penyediaan fasilitas yang memadai, peningkatan kompetensi pelatih, penguatan sistem perlindungan atlet, serta penciptaan lingkungan olahraga yang aman dan inklusif.
Copyrights © 2026