Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan kelompok tani Desa Kedungweru dalam menerapkan akuntansi biaya pada pengolahan cabai kering berbasis pengering Efek Rumah Kaca (ERK). Permasalahan utama tidak hanya berupa kehilangan hasil pascapanen dan fluktuasi harga, tetapi juga belum tersedianya pencatatan biaya yang mampu menunjukkan harga pokok produksi (HPP), margin, dan kinerja usaha secara andal. Metode kegiatan mencakup diagnosis praktik pencatatan, pemetaan aktivitas dan struktur biaya, pelatihan pembukuan sederhana, simulasi perhitungan HPP dan penyusutan aset, serta pendampingan analisis harga jual, contribution margin, break-even point, dan periode pengembalian investasi. Data operasional ERK yang telah tersediaantara lain pemendekan waktu pengeringan 4060%, penurunan kehilangan hasil, dan kenaikan harga jual produk 2535%digunakan sebagai dasar untuk menerjemahkan efisiensi teknis menjadi informasi akuntansi yang relevan. Hasil pendampingan menunjukkan terbentuknya pemahaman yang lebih baik mengenai pemisahan keuangan pribadi dan usaha, klasifikasi biaya bahan baku, tenaga kerja, serta overhead, pencatatan penyusutan pengering sebagai aset produktif, dan penggunaan HPP sebagai dasar penetapan harga. Luaran kegiatan berupa format buku kas, kartu biaya produksi per batch, lembar perhitungan HPP, serta model analisis margin dan titik impas yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Integrasi teknologi pascapanen dengan akuntansi biaya memperkuat akuntabilitas usaha, kualitas pengambilan keputusan, dan keberlanjutan ekonomi kelompok tani.
Copyrights © 2026