Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Introduksi Pengeringan Cabai Menggunakan Pengering Efek Rumah Kaca untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Pascapanen di Desa Hikmah Yuliasari; Kavadya Syska; Ropiudin Ropiudin; Verry Verry; Feriani Budiyah; Muhammad Ridwan; Dhimas Oki Permata Aji
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 11 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18796405

Abstract

This community service activity aimed to introduce a greenhouse-effect solar dryer (GESD) technology for chili postharvest processing in Kedungweru Village. The main issue faced by farmers was high postharvest losses due to unpredictable weather and conventional open sun-drying methods. The implementation included problem identification, technical training, field demonstrations, and participatory-based mentoring and monitoring. The results showed a 40–60% reduction in drying time compared to traditional sun drying, improved product quality in terms of color and hygiene, and increased selling prices by 25–35%. The activity enhanced community technical capacity in postharvest management, strengthened food resilience, and promoted village-based economic development through appropriate renewable energy technology. This model is replicable in other chili-producing regions with similar agroclimatic conditions.
Introduksi Pengeringan Cabai Menggunakan Pengering Efek Rumah Kaca untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Pascapanen di Desa Hikmah Yuliasari; Kavadya Syska; Ropiudin Ropiudin; Verry Verry; Feriani Budiyah; Muhammad Ridwan; Dhimas Oki Permata Aji
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 11 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18796405

Abstract

This community service activity aimed to introduce a greenhouse-effect solar dryer (GESD) technology for chili postharvest processing in Kedungweru Village. The main issue faced by farmers was high postharvest losses due to unpredictable weather and conventional open sun-drying methods. The implementation included problem identification, technical training, field demonstrations, and participatory-based mentoring and monitoring. The results showed a 40–60% reduction in drying time compared to traditional sun drying, improved product quality in terms of color and hygiene, and increased selling prices by 25–35%. The activity enhanced community technical capacity in postharvest management, strengthened food resilience, and promoted village-based economic development through appropriate renewable energy technology. This model is replicable in other chili-producing regions with similar agroclimatic conditions.
Pendampingan Akuntansi Biaya dan Penentuan Harga Pokok Produksi Cabai Kering Berbasis Pengering Efek Rumah Kaca di Desa Kedungweru Feriani Budiyah; Hikmah Yuliasari; Kavadya Syska; Ropiudin Ropiudin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 5 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22281728

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan kelompok tani Desa Kedungweru dalam menerapkan akuntansi biaya pada pengolahan cabai kering berbasis pengering Efek Rumah Kaca (ERK). Permasalahan utama tidak hanya berupa kehilangan hasil pascapanen dan fluktuasi harga, tetapi juga belum tersedianya pencatatan biaya yang mampu menunjukkan harga pokok produksi (HPP), margin, dan kinerja usaha secara andal. Metode kegiatan mencakup diagnosis praktik pencatatan, pemetaan aktivitas dan struktur biaya, pelatihan pembukuan sederhana, simulasi perhitungan HPP dan penyusutan aset, serta pendampingan analisis harga jual, contribution margin, break-even point, dan periode pengembalian investasi. Data operasional ERK yang telah tersediaantara lain pemendekan waktu pengeringan 4060%, penurunan kehilangan hasil, dan kenaikan harga jual produk 2535%digunakan sebagai dasar untuk menerjemahkan efisiensi teknis menjadi informasi akuntansi yang relevan. Hasil pendampingan menunjukkan terbentuknya pemahaman yang lebih baik mengenai pemisahan keuangan pribadi dan usaha, klasifikasi biaya bahan baku, tenaga kerja, serta overhead, pencatatan penyusutan pengering sebagai aset produktif, dan penggunaan HPP sebagai dasar penetapan harga. Luaran kegiatan berupa format buku kas, kartu biaya produksi per batch, lembar perhitungan HPP, serta model analisis margin dan titik impas yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Integrasi teknologi pascapanen dengan akuntansi biaya memperkuat akuntabilitas usaha, kualitas pengambilan keputusan, dan keberlanjutan ekonomi kelompok tani.
Pendampingan Akuntansi Biaya dan Penentuan Harga Pokok Produksi Cabai Kering Berbasis Pengering Efek Rumah Kaca di Desa Kedungweru Feriani Budiyah; Hikmah Yuliasari; Kavadya Syska; Ropiudin Ropiudin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 5 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22281728

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan kelompok tani Desa Kedungweru dalam menerapkan akuntansi biaya pada pengolahan cabai kering berbasis pengering Efek Rumah Kaca (ERK). Permasalahan utama tidak hanya berupa kehilangan hasil pascapanen dan fluktuasi harga, tetapi juga belum tersedianya pencatatan biaya yang mampu menunjukkan harga pokok produksi (HPP), margin, dan kinerja usaha secara andal. Metode kegiatan mencakup diagnosis praktik pencatatan, pemetaan aktivitas dan struktur biaya, pelatihan pembukuan sederhana, simulasi perhitungan HPP dan penyusutan aset, serta pendampingan analisis harga jual, contribution margin, break-even point, dan periode pengembalian investasi. Data operasional ERK yang telah tersediaantara lain pemendekan waktu pengeringan 4060%, penurunan kehilangan hasil, dan kenaikan harga jual produk 2535%digunakan sebagai dasar untuk menerjemahkan efisiensi teknis menjadi informasi akuntansi yang relevan. Hasil pendampingan menunjukkan terbentuknya pemahaman yang lebih baik mengenai pemisahan keuangan pribadi dan usaha, klasifikasi biaya bahan baku, tenaga kerja, serta overhead, pencatatan penyusutan pengering sebagai aset produktif, dan penggunaan HPP sebagai dasar penetapan harga. Luaran kegiatan berupa format buku kas, kartu biaya produksi per batch, lembar perhitungan HPP, serta model analisis margin dan titik impas yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Integrasi teknologi pascapanen dengan akuntansi biaya memperkuat akuntabilitas usaha, kualitas pengambilan keputusan, dan keberlanjutan ekonomi kelompok tani.