Sektor pariwisata glamping di Kabupaten Bandung mengalami pertumbuhan yang signifikan, terutama setelah pandemi, karena wisatawan semakin menyukai akomodasi luar ruangan yang dekat dengan alam. Meskipun mengalami pertumbuhan pesat, para pengelola masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan pengunjung dan mendorong kunjungan ulang, yang penting bagi keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh Customer Relationship Management (CRM), Online Reputation, dan Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap niat kunjungan ulang wisatawan pada akomodasi glamping di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara daring kepada wisatawan yang pernah mengunjungi akomodasi glamping di wilayah tersebut, menggunakan teknik purposive sampling. Analisis regresi linear berganda dilakukan dengan bantuan SPSS 29 untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat kunjungan ulang (Sig = 0,003), sedangkan CRM (Sig = 0,528) dan Online Reputation (Sig = 0,552) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Ketiga variabel secara bersama-sama menjelaskan 33,1% variasi niat kunjungan ulang (Adjusted R Square = 0,331), sementara 66,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa dalam konteks glamping, ulasan dan rekomendasi digital dari sesama wisatawan memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan strategi hubungan pelanggan maupun reputasi online destinasi. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku bisnis glamping untuk memprioritaskan strategi pengelolaan eWOM guna meningkatkan loyalitas dan mendorong kunjungan ulang wisatawan di tengah persaingan industri pariwisata alam yang semakin ketat.
Copyrights © 2026