Rendahnya pemahaman konsep statistika dan motivasi belajar siswa menuntut hadirnya media pembelajaran yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh permainan congklak bermuatan budaya lokal terhadap hasil belajar dan motivasi belajar matematika siswa pada materi statistika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen berdesain pretest-posttest control group design. Sampel ditetapkan melalui cluster random sampling terhadap dua kelas VIII SMPN 8 Sepauk, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, angket motivasi belajar, angket respon siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank, uji Mann-Whitney U, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan perlakuan terhadap hasil belajar (p = 0,017) dan motivasi belajar (p = 0,001) pada kelas eksperimen. Dalam perbandingan antarkelompok, perbedaan hasil belajar tidak signifikan (p = 0,582), sedangkan perbedaan motivasi belajar signifikan (p = 0,001). Respon siswa terhadap media berada pada kategori sangat baik (87,22%). Disimpulkan bahwa keunggulan komparatif permainan congklak bermuatan budaya lokal terutama terletak pada ranah afektif, sementara pada ranah kognitif media tersebut setara dengan pembelajaran konvensional sehingga tetap layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika.
Copyrights © 2026