Lagu "Bulan Dagoan" adalah salah satu karya musik Sunda yang sarat dengan unsur emosional dan filosofis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arti yang terkandung dalam lirik lagu tersebut melalui tiga dimensi makna: denotatif, konotatif, dan mitos. Metode yang diterapkan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Temuan studi menunjukkan bahwa lirik ini secara denotatif mencerminkan hubungan kausal (hana nguni hana mangké) antara perpisahan dan kesedihan jiwa. Secara konotatif, penggunaan kata "Bulan" berubah menjadi lambang harapan dan pegangan batin bagi individu yang tengah menghadapi krisis eksistensial. Dalam konteks mitos, "Bulan" mencerminkan nilai budaya Sunda mengenai keikhlasan (caang bulan opat welas) dan perwujudan kasih sayang seorang ibu yang memberikan ketenteraman. Kesimpulan dari studi ini menekankan bahwa lagu "Bulan Dagoan" tidak hanya sebagai ungkapan kesedihan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi estetis yang mencerminkan spiritualitas serta cara masyarakat Sunda dalam memahami penderitaan melalui keharmonisan dengan alam dan penyerahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Copyrights © 2026