Efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Salah satu aspek psikologis yang berhubungan dengan efikasi diri dalam konteks olahraga adalah motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan motivasi dalam berolahraga lari pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Subjek penelitian berjumlah 191 individu dewasa awal, laki-laki dan perempuan, berusia 20–39 tahun yang memiliki pengalaman melakukan olahraga lari dalam 6 bulan terakhir dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah General Self-Efficacy Scale (GSES) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Novrianto dkk. (2019) dan Behavioral Regulation in Exercise Questionnaire-3 (BREQ-3) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Andika dkk. (2025). Validitas instrumen diuji melalui validitas isi menggunakan expert judgment, sedangkan reliabilitas instrumen diuji menggunakan koefisien Cronbach's Alpha. Berdasarkan hasil uji normalitas, data penelitian tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dengan motivasi dalam berolahraga lari pada dewasa awal (r = 0,528; p < 0,000), sehingga H1 yang menyatakan terdapat hubungan positif antara efikasi diri dengan motivasi dalam berolahraga lari pada dewasa awal diterima dan H0 ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki individu, maka semakin tinggi motivasinya dalam berolahraga lari.
Copyrights © 2026