Literasi asesmen matematika diperlukan agar guru mampu mengenali bukti pemikiran siswa, menafsirkan kesulitan, dan menetapkan tindak lanjut pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan literasi asesmen matematika guru sekolah dasar sebelum dan setelah penggunaan PANDITA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan sumber data berupa dokumen respons pretest dan posttest 12 guru dari empat sekolah dasar di Kecamatan Sukamakmur. Sebanyak sepuluh pasangan indikator dipilih berdasarkan kesamaan konstruk dan dikelompokkan ke dalam lima dimensi: diferensiasi adaptif, penggunaan data, tindak lanjut matematika, integrasi TPACK, dan keputusan berbasis bukti. Data dianalisis melalui pemetaan respons, pengodean menjadi respons yang sesuai dengan kriteria indikator, sebagian sesuai, dan tidak sesuai atau tidak teramati, perbandingan dalam setiap kasus, serta analisis lintas kasus. Hasil menunjukkan peningkatan respons yang sesuai pada seluruh dimensi, terutama tindak lanjut matematika. Sembilan guru memperlihatkan pola penguatan, dua guru menunjukkan pola stabil dengan perubahan konfigurasi respons, dan satu guru memperlihatkan pola campuran. Perubahan paling bermakna tampak ketika respons bergeser dari penyeragaman atau ketidakjelasan menuju keputusan remedial dan pengayaan yang berorientasi pada indikator serta kebutuhan siswa. Namun, respons terstruktur belum sepenuhnya mengungkap alasan matematis di balik keputusan guru. Temuan menegaskan bahwa perubahan literasi asesmen matematika perlu dibaca sebagai semakin terhubungnya bukti, interpretasi, dan tindakan, bukan hanya bertambahnya jawaban yang sesuai.
Copyrights © 2026