Keselamatan pelayaran sangat bergantung pada kesiapan awak kapal dalam merespons keadaan darurat, namun sejauh mana latihan darurat rutin benar-benar mampu meningkatkan kesiapan awak kapal masih jarang dievaluasi secara empiris pada kapal penyeberangan penumpang domestik. Penelitian ini mengkaji pengaruh efektivitas latihan darurat terhadap kesiapan Anak Buah Kapal KMP. Dalente Woba, sebuah kapal penyeberangan penumpang yang melayani lintasan Bitung–Ternate di bawah pengelolaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Penelitian menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan teknik total sampling dan melibatkan 22 awak kapal yang memiliki data lengkap pada dua instrumen berskala Likert, yaitu efektivitas latihan darurat sebanyak 12 butir dan kesiapan awak kapal sebanyak 16 butir. Seluruh butir instrumen dinyatakan valid (r = 0,867–0,939; r-tabel = 0,423) dan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (Cronbach's alpha = 0,984 untuk kedua variabel). Korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara efektivitas latihan darurat dan kesiapan awak kapal (r = 0,784; p = 0,000). Regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 20,363 + 0,748X, dengan efektivitas latihan darurat mampu menjelaskan 61,4% variasi kesiapan awak kapal (R² = 0,614; F = 32,293; p = 0,000). Hasil penelitian menegaskan bahwa pelaksanaan latihan darurat yang efektif berpengaruh signifikan dan substantif terhadap peningkatan kesiapan awak kapal, sehingga perlu tetap menjadi prioritas bagi operator kapal penyeberangan dan dalam penerapan sistem manajemen keselamatan pelayaran.
Copyrights © 2026