Tujuan. Penelitian ini mengekplorasi gaya belajar dan religiusitas mahasiswa vokasi di tingkat Akademi Komunitas terhadap prestasi belajarnya. Studi ini menggali model gaya belajar dan religiusitas mahasiswa vokasi yang paling cocok terhadap prestasi belajarnya, sehingga dapat digunakan untuk menentukan pendekatan pembelajaran yang paling ideal dalam system pendidikan vokasi di Indonesia. Material dan Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk melihat model yang paling relevan diantara variabel. Sampel terdiri 90 responden dari 4 perguruan tinggi vokasi setingkat Akademi Komunitas di Indonesia, yaitu Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, Akademi Komunitas Negeri Pacitan, Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, dan Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat. Hasil. Berdasarkan analisis deskriptif data penelitian, dinyatakan bahwa mahasiswa vokasi memiliki kencenderungan gaya belajar visual sebesar 33,3 %, auditori sebesar 11,2% dan kinestetik sebesar 55,5%. Sementara tingkat religiusitas dan prestasi belajarnya dalam kategori tinggi. Hasil uji analisis SEM, menyatakan model yang paling relevan adalah model gaya belajar kinestetik dan religiusitas terhadap prestasi belajar mahasiswa. Kesimpulan. Model gaya belajar kinestetik sesuai dengan kharakteristik pendidikan tinggi vokasi, dimana pola pendidikan dan pengajaran diarahkan pada keterampilan teknis tertentu. Oleh karena itu, metode pembelajaran seperti problem based learning, project based learning, team based learning dan case method sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran di perguruan tinggi vokasi, karena sesuai dengan kharakteristik gaya belajar mahasiswa.
Copyrights © 2026