Penelitian ini dilakukan di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis yang bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dalam ruang sosial menggunakan flora mangrove estuari dalam pengobatan tradisinal dan makna dari pemanfaatan flora mangrove. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 6 orang, menggunakan teknik purposive sampling dan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori orientasi nilai budaya dan teori makna. Hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan flora mangrove sebagai pengobatan diantaranya dengan membacakan doa dan shalawat saat menggunakan obat dari flora mangrove tersebut, dengan tujuan untuk meminta kesembuhan dari segala penyakit, tidak ada prosesi dan tradisi khusus yang dilakukan dalam pengobatan ini. Penggunaan obat juga dapat dilakukan diwaktu kapan saja dan dimana saja. Aktivitas yang dilakukan dalam pengobatan ini dapat digunakan dirumah dan di ekosistem mangrove, masyarakat meyakini bahwa flora mangrove memiliki sifat obat yang kuat dan bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Pengobatan ini sudah menjadi kearifan lokal didesa ini, serta menjadi warisan budaya dan tetap diteruskan hingga saat ini. Makna dari ekosistem mangrove tersebut dapat dijadikan ruang untuk bersoasialisasi dan wadah edukasi, juga mempertahankan tradisi pengobatan tradisional agar tetap turun-temurun serta pengolahan penggunaan flora mangrove untuk dijadikan produk UMKM.
Copyrights © 2024