Stasiun Yogyakarta merupakan salah satu simpul transportasi penting dengan volume penumpang tinggi, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan penumpang pada periode tersebut menuntut kesiapan pelayanan optimal untuk menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional. Keterbatasan sumber daya pada kondisi puncak berpotensi memengaruhi kualitas layanan penumpang. Oleh karena itu, keterlibatan taruna melalui pengabdian masyarakat melalui program mikro magang menjadi salah satu strategi pendukung pelayanan operasional stasiun. Kegiatan bertujuan mendukung kelancaran pelayanan penumpang selama Nataru sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada taruna dalam praktik pelayanan perkeretaapian. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penempatan taruna pada titik pelayanan strategis seperti peron, ruang tunggu, dan loket. Kegiatan meliputi sosialisasi keselamatan, pendampingan penumpang, bantuan pelayanan tiket dan informasi, serta pengamanan arus penumpang. Data diperoleh melalui observasi langsung dan survei kepuasan penumpang. Kegiatan mikro magang menunjukkan peran taruna mampu berkontribusi aktif dalam membantu kelancaran operasional stasiun selama lonjakan penumpang di masa Nataru. Ditunjukkan dengan hasil survei kepuasan penumpang di stasiun Yogyakarta yang secara umum sangat puas terhadap pelayanan penumpang di Stasiun Yogyakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program mikro magang di Stasiun Yogyakarta berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik serta meningkatkan kompetensi taruna dalam pelayanan perkeretaapian.
Copyrights © 2026