Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital menuntut adaptasi yang cepat terhadap teknologi dan dinamika pasar yang terus berubah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat digital presence dan kapasitas operasional Perairan Coffee, sebuah UMKM rintisan berbasis coffee stand yang berlokasi di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Pendekatan pemberdayaan partisipatif diterapkan melalui empat tahapan sistematis, yaitu observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi yang dilakukan meliputi pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, pendaftaran mitra pada platform food delivery, pembuatan landing page interaktif berbasis Single-Page Application (SPA), pembuatan konten digital pada Instagram dan TikTok, serta optimalisasi identitas visual melalui redesain buku menu dan standardisasi kemasan produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendaftaran Google Maps dan landing page berhasil meningkatkan digital presence serta kemandirian pengelolaan aset digital mitra. Namun, kinerja penjualan pada GoFood cenderung stagnan akibat rendahnya adopsi platform digital di wilayah semi-rural, sehingga mitra secara rasional menerapkan strategic resource allocation dengan mengembalikan fokus pada pasar offline sebagai kanal utama. Secara keseluruhan, program pendampingan ini berhasil meningkatkan literasi digital, efisiensi layanan, dan profesionalisme merek Perairan Coffee sebagai landasan keberlanjutan usaha jangka panjang.
Copyrights © 2026