Pembelajaran seni tari di tingkat SMP perlu memberi ruang kepada siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dan mengembangkan gerak tari. Kegiatan asistensi mengajar di SMP Nasional Denpasar menerapkan experiential learning dalam pembelajaran tari tradisi untuk mendorong keterlibatan siswa dalam proses eksplorasi gerak. Kegiatan ini dilaksanakan pada 32 siswa kelas VIII E melalui empat tahapan, yaitu pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif. Pelaksanaan pembelajaran didokumentasikan melalui observasi dan dokumentasi kegiatan, sedangkan capaian siswa diperoleh melalui penilaian aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa terlibat dalam proses mengalami, merefleksikan, memahami, dan mengembangkan gerak tari tradisi secara berkelompok. Hasil penilaian menunjukkan bahwa 87,5% siswa memperoleh predikat A dan 12,5% memperoleh predikat B. Rata-rata nilai sikap mencapai 87,2, sedangkan rata-rata nilai pengetahuan dan keterampilan mencapai 85,4. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan experiential learning dapat digunakan sebagai pendekatan pembelajaran tari tradisi yang memberi ruang bagi pengalaman langsung, refleksi, pemahaman konsep, dan eksplorasi gerak siswa.
Copyrights © 2026