Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna tindak tutur pragmatik dalam kisah Arinillah karya Taufiq Al-Hakim. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik melalui teknik dokumentasi terhadap dialog-dialog dalam teks. Data penelitian berupa 59 tuturan yang dianalisis berdasarkan teori tindak tutur J.L. Austin dan John R. Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan dalam kisah Arinillah merepresentasikan lima kategori tindak tutur ilokusi, yaitu representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, dengan kategori representatif sebagai bentuk yang paling dominan, diikuti direktif dan ekspresif. Dominasi tindak tutur representatif menunjukkan bahwa dialog antartokoh lebih banyak digunakan untuk menyampaikan keyakinan, penjelasan, dan refleksi mengenai pencarian Tuhan, nilai-nilai spiritual, serta pengalaman sufistik tokoh. Makna pragmatik setiap tuturan tidak hanya ditentukan oleh struktur bahasa, tetapi juga oleh konteks, relasi antartokoh, dan tujuan komunikasi sehingga menghasilkan makna implisit yang memperkuat pesan filosofis dan religius dalam kisah. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan tindak tutur menjadi strategi naratif Taufiq Al-Hakim dalam membangun dimensi spiritual, psikologis, dan komunikatif tokoh melalui dialog yang sarat makna.
Copyrights © 2026