Implementasi Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam dalam Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menuntut keselarasan antara kesiapan program, proses pembelajaran, dan hasil yang dicapai. Namun, bukti empiris mengenai kesesuaian ketiga komponen tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Deep Learning pada PJOK di SMA Negeri se-Kapanewon Bantul menggunakan model Countenance Stake. Penelitian menggunakan desain sequential explanatory mixed methods dengan melibatkan 3 kepala sekolah, 9 guru PJOK, dan 341 peserta didik dari tiga SMA Negeri. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Evaluasi mencakup antecedent, transaction, dan outcomes melalui perbandingan intent–observation dan standard–judgement. Hasil menunjukkan bahwa implementasi secara keseluruhan berada pada kategori Baik dengan indeks 3,22. Komponen antecedent memperoleh 3,23, transaction 3,28, dan outcomes 3,15. Meskipun transaction memiliki indeks numerik tertinggi, masih ditemukan ketidaksesuaian antara perangkat pembelajaran dan praktik aktual, termasuk penggunaan drill, demonstrasi-imitasi, dan instruksi langsung.
Copyrights © 2026