Era digitalisasi menuntut ketersediaan data pemerintah yang akurat dan terpadu sebagai fondasi kebijakan nasional melalui program Satu Data Indonesia. Meskipun regulasi telah ditetapkan, implementasi di tingkat daerah masih diwarnai kendala teknis seperti tingginya fragmentasi data, format pendataan yang belum terstandar, dan minimnya sinkronisasi basis data. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi tata kelola, sinkronisasi, standardisasi format, serta pembersihan data sektor pertanian di lingkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan menuju Portal Satu Data. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif melalui desain studi kasus. Teknik pengumpulan data memadukan observasi partisipatif, telaah dokumen arsip digital, dan wawancara dengan metode purposive sampling pada himpunan data prioritas sektoral. Tahapan analisis mencakup verifikasi, pembersihan data mentah (data cleaning) menggunakan perangkat lunak spreadsheet, yang dilanjutkan dengan publikasi dataset menggunakan arsitektur open-source Comprehensive Knowledge Archive Network (CKAN). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari 21 target dataset prioritas yang diminta, sebanyak 16 data mentah beraneka format berhasil diinventarisasi, dibersihkan, dan ditransformasikan menjadi satu format baku. Seluruh data tersebut kemudian diintegrasikan dengan sukses ke dalam Dashboard Satu Data Sumsel. Kesimpulan utama dari kajian ini membuktikan bahwa intervensi standardisasi terstruktur dan pemanfaatan platform CKAN sangat krusial dalam mengatasi hambatan teknis fragmentasi informasi. Ekosistem manajemen data yang dikembangkan terbukti mampu menyediakan sistem yang berkelanjutan, transparan, dan sangat suportif dalam mendasari proses pengambilan keputusan strategis bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Copyrights © 2026