Persimpangan tempat bertemunya kendaraan pada ruas jalan, sehingga dapat mengakibatkan gangguan lalu lintas pada pergerakan kendaraan yang memicu terjadinya kemacetan. Simpang Adityawarman – Hayam Wuruk merupakan simpang pada jalan yang berdekatan dengan area komersial dan pemukiman yang padat dilalui kendaraan di Kota Surabaya sehingga mengakibatkan munculnya permasalahan pada lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang setelah dilakukanya analisis penentuan fase dan waktu siklus optimum dengan percobaan skenario fase terbaik dengan mencari nilai derajat kejenuhan terkecil yang disimulasikan menggunakan aplikasi software VISSIM yang berpedoman pada MKJI (1997). Pada simpang Adityawarman – Kutai memiliki 3 fase dan memiliki 4 lengan simpang. Perhitungan pada kinerja simpang Eksisting (3 Fase) didapatkan DS sebasar 0,890 dengan LOS D. Setelah itu, dilakukan perhitungan percobaan Skenario 1 (2 Fase) didapatkan DS 1,182 dengan LOS F. Dilakukan perhitungan percobaan Skenario 2 (4 Fase) didapatkan DS sebesar 0,829 dengan LOS D. Dilakukan perhitungan percobaan Skenario 3 (5 Fase) didapatkan DS sebesar 1,440, dengan LOS F. DS terkecil pada analisis percobaan perhitungan skenario kinerja simpang akan digunakan sebagai kinerja terbaik. Didapatkan hasil analisis perhitungan skenario terbaik pada simpang bersinyal Jl. Adityawarman – Jl. Hayam Wuruk yaitu Skenario 2 (4 Fase), dengan DS 0,829 dan tingkat pelayanan (LOS) D, serta waktu siklus yang disesuaikan sebesar 133 detik.
Copyrights © 2026