Pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di Kecamatan Sidoarjo, Krian, dan Jabon, menyebabkan meningkatnya kebutuhan mobilitas pekerja. Namun, pelayanan transportasi umum yang ada belum optimal akibat rendahnya tingkat pelayanan, kurangnya integrasi antarmoda, serta tingginya penggunaan kendaraan pribadi, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, inefisiensi perjalanan, dan penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan merencanakan sistem angkutan feeder untuk mendukung mobilitas kawasan industri di Kabupaten Sidoarjo melalui survei rumah tangga, analisis Matriks Asal Tujuan (MAT), perencanaan jaringan trayek berbasis QGIS, analisis kebutuhan armada, serta perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Hasil MAT mengindikasikan total pergerakan sebesar 30.691 perjalanan per hari, sedangkan nilai BOK berkisar antara Rp 2.198,71 hingga Rp 2.477,06 per feeder-kilometer, dengan komponen biaya terbesar berasal dari bahan bakar dan perawatan kendaraan. Hasil studi ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam pengembangan sistem transportasi umum yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sementrara itu, hasil biaya tarif pada trayek A sebesar Rp. 3.394 pada trayek B Rp. 4.724 dan pada trayek C Rp. 3.227.
Copyrights © 2026