Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan hidup mahasiswa rantau di Makassar, khususnya mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bosowa dalam mengelola uang kiriman bulanan melalui pemanfaatan aplikasi mobile banking (mBanking). Sebagai perantau, mahasiswa dihadapkan pada tantangan finansial dan tuntutan kemandirian dalam mengalokasikan dana untuk kebutuhan akademik serta biaya hidup. Perkembangan layanan mobile banking (mBanking) telah mengubah cara mahasiswa rantau menerima dan mengelola uang kiriman dari keluarga, sekaligus memunculkan tantangan tersendiri dalam menjaga kedisiplinan finansial jauh dari pengawasan orang tua. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa rantau di Makassar yang aktif menggunakan mBanking, serta melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur dalam mBanking, seperti transfer tanpa biaya, dompet digital terintegrasi, riwayat transaksi, dan fitur tabungan otomatis, menjadi instrumen krusial dalam strategi bertahan hidup mereka. Mahasiswa rantau menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang adaptif melalui pengalokasian dana berbasis skala prioritas, pembatasan transaksi impulsif, dan pemantauan saldo secara berkala. Meskipun mBanking mempermudah kontrol finansial, kemudahan akses tersebut juga memberikan risiko peningkatan perilaku konsumtif jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi mBanking berfungsi sebagai alat bantu manajemen keuangan yang efektif guna mendukung resiliensi ekonomi mahasiswa rantau di lingkungan baru.
Copyrights © 2026