Desa Wisata Nglanggeran memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar, tetapi sebagian potensinya belum dikemas menjadi pengalaman belajar yang terstruktur bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi subjek interpretasi, menganalisis potensi unggulan, minat wisatawan dan kesiapan masyarakat, serta menyusun program interpretasi yang dapat diterapkan oleh pengelola desa wisata. Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2025 menggunakan pendekatan campuran. Data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner kepada 100 wisatawan dan 100 warga yang memenuhi kriteria responden. Potensi dinilai dengan One Score One Indicator Scoring System, sementara minat dan kesiapan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan indeks skala Likert. Hasil penelitian mengidentifikasi 21 jenis flora, 5 jenis fauna, 3 bentang alam, 1 objek buatan, dan 70 unsur budaya. Gunung Api Purba memperoleh skor potensi tertinggi sebesar 5,51, diikuti kakao 5,42 dan karawitan 5,27. Motivasi fisik wisatawan mencapai 88,1 persen dan motivasi budaya 83,5 persen. Kesiapan masyarakat berada pada kategori sangat siap, dengan indeks sikap 91,8 persen, pengetahuan 87,6 persen, fasilitas 84,0 persen, dan kesiapan menerima perubahan 87,9 persen. Sintesis temuan menghasilkan empat program interpretasi harian dan bermalam serta booklet sebagai media pendukung. Program disarankan diterapkan secara bertahap melalui pelatihan interpreter, uji coba paket, penguatan fasilitas, dan evaluasi berkala agar pengalaman wisata tetap edukatif, autentik, aman, serta memberi manfaat bagi masyarakat lokal
Copyrights © 2026