Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan internal dan eksternal pada bidang usaha furnitur Arjuna Meubel, serta merumuskan strategi rekomendasi yang tepat guna meningkatkan daya saing usaha. Metode analisis dalam penelitian ini bertumpu pada model Lima Kekuatan Porter (Porter’s Five Forces) yang diintegrasikan dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian mengonfirmasi adanya tantangan berupa tingginya rivalitas kompetitor lokal, tingginya daya tawar pembeli, serta ancaman pendatang baru di tingkat moderat akibat kemudahan izin digital (OSS-RBA). Berdasarkan analisis porter’s five forces, penelitian menunjukkan bahwa Arjuna Meubel memiliki kekuatan internal berupa modal yang kuat, skala ekonomi produksi massal, diferensiasi produk melalui layanan desain kustom, diversifikasi jasa restorasi sofa, serta kemitraan dengan beberapa pemasok untuk menjaga kontinuitas produksi. Analisis pada kondisi internal menunjukkan usaha ini masih menghadapi kelemahan pada fluktuasi pengadaan bahan baku dan rendahnya pemanfaatan pemasaran digital. Sedangkan dari sisi eksternal, persaingan industri dan daya tawar pembeli berada pada tingkat tinggi, ancaman pendatang baru berada pada tingkat sedang akibat kemudahan perizinan usaha, sedangkan ancaman produk pengganti relatif rendah karena preferensi konsumen terhadap kualitas kayu solid. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi yang direkomendasikan meliputi transformasi keunggulan produk ke dalam pemasaran digital, penguatan kerja sama eksklusif dengan pasar ritel, penegasan nilai produk melalui garansi, optimalisasi promosi digital, serta penerapan manajemen persediaan berbasis prediksi kebutuhan pasar dan stok pengaman untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026