Dalam studi ini, perancangan sistem struktur komposit baja-beton pada proyek gedung pertemuan dan pernikahan di Ciwaruga, Bandung Barat, dikaji secara mendalam. Proyek awal dirancang menggunakan material dominan baja pada rangka utama dan pelat beton pada lantai, yang menyebabkan munculnya titik kritis non-monolit yang meningkatkan potensi pergeseran struktur dan risiko kebocoran, khususnya pada area kolam. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang detail sistem struktur komposit yang optimal menggunakan metode pembungkus beton (jacketing) sesuai dengan SNI 1729:2020 dan SNI 2847:2019, serta membandingkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara desain full-baja eksisting dengan desain komposit. Penelitian ini menggunakan pemodelan struktur komposit tiga dimensi untuk mengevaluasi gaya dalam ultimit akibat kombinasi beban gravitasi dan beban seismik dinamis (Spektrum Respons). Hasil utama menunjukkan bahwa metode jacketing secara efektif mengintegrasikan balok baja dan pelat lantai beton untuk berperilaku secara monolitik, sehingga mengeliminasi risiko pergeseran. Selanjutnya, sistem komposit ini memungkinkan reduksi dimensi profil baja secara signifikan sambil tetap mempertahankan tingkat lendutan yang aman. Secara ekonomis, struktur komposit membutuhkan total biaya sebesar Rp. 2.374.033.478, yakni 5% lebih tinggi daripada desain baja awal, karena penambahan volume beton dan tulangan melebihi penghematan dari pengurangan berat baja. Kesimpulannya, sistem jacketing sangat esensial untuk menjamin integrasi struktural pada area basah meskipun membutuhkan investasi awal yang sedikit lebih tinggi.
Copyrights © 2026