Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap Datu Sumilir sebagai tokoh penting dalam sejarah Tradisi Perang Topat di Lingsar menunjukkan perlunya media pengenalan yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan merancang buku ilustrasi Datu Sumilir sebagai media pengenalan sejarah dan budaya Tradisi Perang Topat bagi siswa SDN 1 Lingsar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Design Thinking yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian berupa buku ilustrasi bergaya kartun yang memadukan narasi dan ilustrasi untuk menampilkan tokoh Datu Sumilir, karakter pendukung, latar lingkungan, serta peristiwa-peristiwa yang menjadi asal-usul Tradisi Perang Topat. Perancangan visual menerapkan teori representasi Stuart Hall melalui karakter, atribut, warna, dan latar cerita. Selain itu, alur cerita disusun berdasarkan teori narasi visual Trischa Goodnow, sedangkan pemilihan warna, tipografi, dan komposisi visual mengacu pada teori estetika Suzanne Mooney. Hasil uji coba kepada siswa dan guru menunjukkan tanggapan yang sangat positif terhadap aspek ilustrasi, penggunaan warna, keterbacaan tulisan, kemudahan memahami cerita, serta penyampaian sejarah Datu Sumilir dan asal-usul Tradisi Perang Topat. Dengan demikian, buku ilustrasi ini layak digunakan sebagai media pengenalan sejarah dan budaya sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya bagi siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026