Pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi siswa sekolah dasar masih banyak mengandalkan buku teks dan metode konvensional, sehingga kemampuan berpikir kritis peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi ini menegaskan pentingnya media ajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik belajar anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif Petualang Lima Sila berbasis Articulate Storyline 3 serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Metode yang dipakai adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri atas lima tahap: analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu ahli media, satu ahli materi, satu guru kelas III, dan 22 peserta didik kelas III SDN 4 Srobyong. Wawancara terstruktur, angket, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji dengan paired sample t-test serta N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian, media ini memperoleh skor validitas 89,00% (sangat valid) serta tingkat kepraktisan 90,46% (sangat praktis). Efektivitasnya tampak dari kenaikan rerata nilai peserta didik dari 68,18 menjadi 84,77, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan N-Gain 0,5637 pada kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa perpaduan video pembelajaran, cerita bergambar, studi kasus, permainan edukatif, dan kuis interaktif dalam media ini menghasilkan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan mendukung penguatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Oleh karena itu, media Petualang Lima Sila layak dijadikan alternatif pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar dan berpotensi dikembangkan lebih jauh untuk materi maupun jenjang pendidikan lainnya.
Copyrights © 2026