Pembentukan karakter Islami pada anak tunarungu menghadapi tantangan komunikasi yang memerlukan strategi pendidikan adaptif, kontekstual, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan karakter Islami, menganalisis peran guru, serta menafsirkan praktik-praktik pembentukan karakter bagi anak-anak tunarungu dari perspektif konseling Islam di The Little Hijabi Homeschooling, Pembiasaan sebagai Strategi Pembentukan Karakter Islami pada Anak Tunarungu, Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pembentukan Karakter Islami pada Anak Tunarungu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas delapan siswa tunarungu berusia 12-19 tahun, sedangkan informan meliputi kepala yayasan dan guru yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter Islami dilaksanakan melalui pembiasaan ibadah dan adab secara konsisten, meliputi salat dhuha, zikir pagi, doa bersama, penyampaian kisah Al-Qur'an, serta penguatan nilai disiplin, kepedulian, dan sikap saling menghormati. Guru berperan sebagai teladan, pembimbing, pendamping, dan motivator melalui hubungan interpersonal yang hangat dan komunikatif. Dalam perspektif konseling Islami, proses tersebut merefleksikan integrasi prinsip ta'wid, uswah hasanah, dan mau'izhah yang mendorong internalisasi nilai Islam sebagai kesadaran spiritual, bukan sekadar kepatuhan perilaku. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi pembiasaan, keteladanan, dan pendampingan berbasis konseling Islami mendukung pembentukan karakter anak tunarungu secara moral, perilaku, dan spiritual. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi peran keluarga dan menguji efektivitas program pembentukan karakter Islami pada konteks pendidikan inklusif yang lebih luas.
Copyrights © 2026