Penelitian ini bertujuan mengembangkan film dokumenter sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan Gantala Jarang sebagai budaya lokal Butta Turatea kepada siswa SMA Al-Bahra Jeneponto. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI, satu guru Seni Budaya, serta dua validator ahli yang meliputi ahli materi dan ahli media. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket kebutuhan, validasi, serta respons pengguna. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase skor terhadap skor maksimal ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media audiovisual untuk mendukung pembelajaran budaya lokal. Produk yang dikembangkan berupa film dokumenter berjudul “Gantala Jarang di Butta Turatea” dengan durasi 8 menit 30 detik. Hasil validasi ahli media memperoleh persentase 95,5% dengan kategori sangat valid, sedangkan validasi ahli materi memperoleh 97,1% dengan kategori sangat valid. Uji kepraktisan pada kelompok kecil memperoleh 89% dan kelompok besar 93,8%, keduanya berada pada kategori sangat praktis. Dengan demikian, film dokumenter yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan budaya lokal Gantala Jarang kepada siswa SMA.
Copyrights © 2026