Salah satu komponen utama pembelajaran IPAS di sekolah dasar adalah pembelajaran aktif, yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam membangun pengetahuan melalui interaksi, diskusi, dan pemikiran selama proses belajar. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa sangatlah penting, karena banyak siswa yang masih menunjukkan tingkat partisipasi yang rendah di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap keaktifan belajar siswa kelas V sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group. Peserta penelitian berjumlah 79 sisws kelas V, yang terbagi menjadi 40 siswa dalam kelas ekperimen dan 39 siswa dalam kelas kontrol. Lembar observasi keaktifan belajar yang telah lulus uji validitas isi, validitas konstruk, dan uji reliabilitas digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas varians Levene, dan Independent Sample t-test menggunakan IBM SPSS Statistics. Berdasarkan temuan penelitian, skor rata-rata keterlibatan belajar kelas eksperimen (49,18) lebih tinggi daripada kelas kontrol (43,46). Penggunaan model pembelajaran tersebut berdampak signifikan terhadap keterlibatan belajar siswa, berdasarkan hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,004 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat digunakan sebagai teknik pembelajaran alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam mata pelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar. Temuan ini juga dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya pada berbagai tingkatan kelas dan mata pelajaran.
Copyrights © 2026