Kemudahan akses informasi obat melalui media sosial, iklan, keluarga, dan sumber digital perlu diimbangi dengan literasi obat yang memadai agar remaja mampu menggunakan obat secara aman dan rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi awal mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional, membiasakan siswa memperhatikan informasi dan aturan penggunaan obat, mengenalkan risiko penggunaan obat yang tidak tepat, serta mendorong sikap selektif terhadap sumber informasi obat. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Oktober 2025 di SMA Negeri 2 Binjai dengan melibatkan 35 siswa. Metode yang digunakan berupa edukasi dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, observasi keterlibatan peserta, dan dokumentasi. Materi meliputi pengenalan obat dan zat aktif, dosis dan aturan pakai, label dan tanggal kedaluwarsa, penyimpanan, efek samping, penggunaan obat rasional, serta swamedikasi bertanggung jawab. Pendekatan kimia farmasi diterapkan menggunakan contoh obat yang familiar, seperti parasetamol, aspirin, CTM, dan antasida, untuk memperkenalkan hubungan sederhana antara zat aktif, struktur kimia, manfaat, risiko, dan aturan penggunaan. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan peserta melalui perhatian, partisipasi dalam diskusi, serta pertanyaan mengenai aturan pakai, keamanan, efek samping, dan karakteristik zat aktif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan kimia farmasi dapat digunakan sebagai konteks edukatif yang komunikatif untuk menyampaikan literasi penggunaan obat kepada siswa SMA. Namun, karena evaluasi masih bersifat deskriptif dan tidak menggunakan pre-test dan post-test, hasil kegiatan belum dapat menunjukkan perubahan pengetahuan peserta secara kuantitatif. Kegiatan selanjutnya disarankan menggunakan instrumen evaluasi terstruktur untuk mengukur perubahan pemahaman dan literasi obat secara objektif.
Copyrights © 2026