Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, keterampilan tersebut masih tergolong rendah karena pembelajaran belum sepenuhnya melibatkan peserta didik dalam penyelesaian masalah kontekstual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas modul ekosistem berorientasi Problem Based Learning (PBL) berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) terintegrasi Socio-Scientific Issue (SSI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Uji keefektifan dilakukan menggunakan desain pretest-posttest control group. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis, sedangkan analisis data menggunakan uji perbedaan dan analisis N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan modul ekosistem berorientasi PBL berbasis STEM terintegrasi SSI mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik secara lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, modul yang dikembangkan efektif digunakan sebagai bahan ajar inovatif untuk mendukung pembelajaran IPAS yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026