Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPA, tetapi pembelajaran perlu memberikan pengalaman yang memungkinkan siswa menghadapi masalah kontekstual, melakukan penyelidikan, dan mengembangkan solusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis masalah terintegrasi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 58 siswa, terdiri atas 28 siswa kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, peningkatan ternormalisasi, serta uji perbedaan rata-rata. Hasil menunjukkan rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelompok eksperimen meningkat dari 53,96 menjadi 85,66, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 53,07 menjadi 72,97. Perbedaan setelah pembelajaran signifikan dengan nilai p < 0,001. Dengan demikian, pembelajaran berbasis masalah terintegrasi STEM memberikan hasil yang lebih baik dalam memperkuat kemampuan pemecahan masalah siswa.
Copyrights © 2026