Pisang merupakan komoditas buah dengan hasil panen tertinggi skala nasional di Indonesia. Penanganan pasacapanen pisang masih menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk memperpanjang umur simpan buah. Penurunan laju respirasi dapat dilakukan untuk menambah umur simpan buah dan menunda proses pematangan buah. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan pengukuran laju respirasi dan menganalisis perubahan laju respirasi buah pisang lokal (pisang ambon, pisang kepok, dan pisang raja) dengan suhu penyimpanan yang berbeda-beda (28 oC, 15 oC, dan 10 oC). Laju respirasi diukur menggunakan respirometer dengan metode closed systems berdasarkan perubahan konsentrasi O2 selama 9 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan pisang ambon memiliki laju respirasi tertinggi pada ketiga suhu penyimpanan. Laju respirasi pada suhu 28 oC meningkat 5-6 kali lebih tinggi dibandingkan pada suhu dingin. Hasil analisis menggunakan three way repeated measures menunjukkan adanya interaksi antara jenis pisang, suhu, dan waktu pengukuran, dimana ketiganya memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan laju respirasi. Perbedaan varietas buah berpengaruh terhadap laju respirasi dan penurunan suhu penyimpanan berperan signifikan dalam penurunan laju respirasi buah.
Copyrights © 2026