Defisit tidur menjadi problematika yang kerap dihadapi oleh sebagian besar atlet kompetitif di Indonesia, namun kajian ilmiah yang secara khusus mengulas konsekuensi fisiologisnya terhadap kekuatan otot maupun kapasitas kognitif masih sangat minim dalam khasanah ilmu keolahragaan nasional. Penelitian ini mengadopsi pendekatan literature review sebagai metode utama. Rangkuman temuan mengungkapkan: (1) buruknya kualitas tidur memiliki korelasi negatif yang signifikan dengan kekuatan otot serta performa optimal atlet; (2) deteriorasi kapasitas kognitif yang dipicu oleh defisit tidur tercermin melalui melemahnya daya konsentrasi, perpanjangan waktu reaksi, serta terhambatnya proses pengambilan keputusan; (3) sebanyak 63,6% atlet remaja Indonesia tercatat memiliki pola tidur yang tidak baik berdasarkan skor ASBQ ≥42. Penelitian ini menegaskan urgensi untuk mengintegrasikan manajemen tidur ke dalam program pelatihan serta kurikulum pendidikan jasmani di Indonesia.
Copyrights © 2026